Tips Pendaftaran STPW dalam Bisnis Waralaba di Indonesia

Dalam mengelola bisnis waralaba di Indonesia, pendaftaran STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba) menjadi langkah krusial untuk memastikan legalitas dan keteraturan usaha.

STPW dijelaskan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019, sebagai bukti pendaftaran Prospektus Penawaran Waralaba dan Perjanjian Waralaba.

Penerbitan STPW tidak hanya sebatas legalitas, tetapi juga menciptakan keteraturan dalam menjalankan kegiatan usaha waralaba di Indonesia.

Ini tidak hanya menjadi jaminan legal bagi pihak yang terlibat, tetapi juga menciptakan iklim usaha yang kondusif dan terpercaya.

Pengajuan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) adalah tahap kunci dalam proses legalisasi bisnis waralaba di Indonesia, dan untuk menjalankannya secara sah, langkah ini dapat diakses melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

Dalam mengajukan STPW, ada beberapa dokumen penting yang harus dipersiapkan dengan cermat, karena kelengkapan dan akurasi dokumen merupakan kunci sukses dalam mendapatkan persetujuan pendaftaran.

Dalam rangka memastikan kelancaran proses pengajuan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) melalui Sistem Online Single Submission (OSS), diperlukan persiapan dokumen yang teliti dan lengkap.

Berikut adalah daftar dokumen yang harus disiapkan:

1. Surat Permohonan yang Ditandatangani

Surat permohonan resmi yang telah ditandatangani menjadi langkah awal yang sangat penting.

Surat ini mencakup niat dan keseriusan pemohon dalam mendaftarkan bisnis waralaba, serta komitmen untuk mematuhi segala ketentuan yang berlaku.

2. Pas Foto Digital Berwarna Penanggung Jawab

Foto penanggung jawab berwarna dengan ukuran 4×6 menjadi identifikasi visual yang penting dalam proses pengajuan.

Pastikan foto yang diunggah jelas, terlihat profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Scan KTP Pemilik/Penanggung Jawab Perusahaan

Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari pemilik atau penanggung jawab perusahaan diperlukan sebagai bukti identitas yang sah.

Dokumen ini memastikan bahwa individu yang terlibat dalam bisnis waralaba memiliki identitas yang jelas.

4. Dokumen Izin Usaha Teknis

Dokumen izin usaha teknis, seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau izin usaha lainnya, harus diunggah sebagai bagian dari dokumen pendukung.

Hal ini menunjukkan bahwa bisnis waralaba memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

5. Akta Pendirian Perusahaan yang Telah Disahkan

Akta pendirian perusahaan yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang menjadi dokumen yang memberikan bukti legalitas dan eksistensi perusahaan.

Pastikan bahwa akta ini terkini dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

6. Dokumen Tanda Bukti Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual

Dokumen ini mencakup tanda bukti pendaftaran hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh bisnis waralaba.

Pihak berwenang akan memeriksa legalitas kepemilikan hak ini sebagai bagian dari proses penilaian.

7. SK Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) Lama (Jika Ada)

Jika bisnis waralaba telah memiliki STPW sebelumnya dan mengalami perpanjangan atau perubahan, SK Surat Tanda Pendaftaran Waralaba yang lama harus diunggah sebagai bukti.

Ini memastikan bahwa setiap perubahan atau perpanjangan berada dalam kerangka regulasi yang berlaku.

Setelah semua dokumen yang diperlukan telah disiapkan dengan teliti, langkah berikutnya adalah melakukan pengajuan melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

Proses ini melibatkan beberapa tahap penting yang akan menentukan kelanjutan persetujuan pendaftaran bisnis waralaba.

Dokumen yang telah disiapkan kemudian diunggah melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

Penggunaan sistem online ini tidak hanya mempermudah proses pengajuan tetapi juga memastikan transparansi dan aksesibilitas bagi pihak berwenang.

Setelah pengajuan, tim berwenang akan memulai proses penilaian kelengkapan dokumen.

Mereka akan memeriksa setiap dokumen dengan cermat, memastikan bahwa semua persyaratan telah terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan.

Jika seluruh dokumen memenuhi standar yang ditetapkan, proses pendaftaran akan disetujui.

Ini menandakan bahwa bisnis waralaba telah berhasil melewati tahap penilaian dan memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan.

Langkah terakhir dalam proses ini adalah penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

Penerbitan STPW dilakukan oleh Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, Dinas Penanaman Modal, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di tingkat Kabupaten/Kota.

Dengan pendaftaran STPW, pemilik bisnis waralaba memastikan legalitas dan kepatuhan usaha mereka terhadap regulasi di Indonesia.

Hal ini menjadi langkah krusial dalam menciptakan lingkungan usaha yang aman dan mendukung pertumbuhan bisnis waralaba di Indonesia.

Pendaftaran STPW bukan hanya sekadar proses administratif, tetapi investasi pada kemajuan bisnis waralaba Anda.

Dengan memahami prosedur dan manfaatnya, Anda memastikan bahwa bisnis Anda tidak hanya legal tetapi juga tumbuh dalam lingkungan usaha yang kondusif dan terpercaya.

Tinggalkan komentar