Tetap Menguntungkan, Inilah 8 Alternatif Usaha di Daerah Sepi

Business Idea

Usaha di Daerah Sepi
Sumber gambar: Smartertravel

Apa yang Anda pikirkan ketika pertama kali membuka dan membaca judul dari artikel ini? Apakah kata-kata ‘usaha di daerah sepi’ cukup menarik perhatian Anda? Sebagian besar dari Anda pasti akan memunculkan pertanyaan, “Bagaimana bisa membuka usaha di daerah sepi? Seberapa besar kesuksesannya?”

Mari belajar dari filosofi laut dalam mengarungi samudera berwirausaha. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat memberi kehidupan dengan adanya dua komponen penting yaitu langit dan lautan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, laut merupakan kumpulan air asin (dalam jumlah yang banyak dan luas) yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Disadari atau tidak, laut adalah sumber kehidupan kita. 

Dengan kemegahan rajutan tangan Sang Pencipta, setiap gulungan ombak seakan memiliki kekayaan alam yang tersimpan di dalamnya. Tak hanya menghidupi mahluk-mahluk hidup di air, tetapi juga udara seperti burung-burung terbang dengan bebas dan darat termasuk  manusia. Sumber daya alamnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, turut menjadi mata pencaharian kita. 

Berdasarkan konsep dasar filosofi wirausaha, “Bisnis itu umpama laut. Pengusaha ibarat nelayan. Perusahaan laksana perahu. Produk bagaikan umpan. Sedang konsumen seperti ikannya”.

Membuka usaha di daerah sepi seringkali berkaitan dengan berbagai macam pertimbangan, seperti jumlah konsumen dan pesaing. Mungkin Anda berpikir bahwa kesuksesan bisnis sangat bergantung pada jumlah konsumen di daerah terkait; dalam perumpamaan ini berarti banyaknya ikan di laut yang ganas. 

Namun hal tersebut tidak terlalu benar. Pada era modern saat ini, semakin jarang jenis usaha yang pesaingnya sedikit. Kita harus realistis dalam mendayung usaha sembari mencari laut teduh yang ikannya cukup banyak, seperti membuka usaha di daerah sepi. Seperti apa contoh usaha di daerah sepi yang tak pernah lekang oleh waktu? Yuk, simak opsi-opsinya!

1. Gorengan

Penjual gorengan memang cukup jarang ditemui di daerah perkotaan. Sekalipun ada, biasanya di lokasi yang dekat dengan pasar atau di sudut-sudut kota. Makanan sejuta umat ini dapat menjadi salah satu alternatif usaha di daerah sepi, terlebih gorengan memang menjadi makanan camilan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia tanpa pandang status sosial. 

Apabila Anda memperhatikan, cukup banyak pedagang gorengan di pinggir jalan yang selalu laris manis. Hal tersebut membuktikan bahwa jenis usaha gorengan memang diburu oleh para pelanggan. Selain itu, modal yang dikeluarkan pun tidak besar dan mudah diperoleh. Cukup menggiurkan, bukan?

2. Warteg dan warung makan

Bosan dengan kafe dan restoran mahal dengan embel-embel ‘kekinian’? Eksistensi warteg dan warung makan tak kalah menarik, seakan tak pernah terganggu. Dengan mudah, Anda dapat menemukan warteg dan warung makan di daerah sepi. 

Terlebih apabila lokasinya berada di jalur yang selalu dilewati orang untuk hilir mudik. Tak hanya itu, dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah terkait, Anda juga dapat menjual kudapan khas daerah, seperti Yogyakarta dengan gudegnya dan Sumedang dengan tahunya.

3. Bubur ayam

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang mencari-cari keberadaan penjual bubur ayam, terutama di hari Sabtu atau Minggu pagi. Kudapan satu ini seakan menjadi menu wajib sarapan bagi banyak orang. 

Dengan bahan-bahan baku yang sederhana, Anda dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar. Terlebih dengan konsumennya yang tak kenal batas usia, mulai dari balita hingga orang-orang tua.

4. Bakso dan mie ayam

Tak peduli jarak, baik dekat maupun jauh, bakso dan mie ayam menjadi alternatif banyak orang dalam memenuhi rasa laparnya. Terkenal dengan kesegaran kuahnya dan kenyal dagingnya yang bulat, bakso menjadi makanan yang cukup menggiurkan dan dapat ditemukan dimana-mana, di daerah sepi sekalipun. 

Begitu pun mie ayam. Bakso dan mie ayam seakan menjadi pasangan menu yang tak dapat terpisahkan. Harganya pun cukup terjangkau. Terlebih apabila Anda memiliki resep rahasia, di daerah terpencil sekalipun, usaha Anda akan tetap laku!

5. Berternak dan bertani

Daerah sepi seperti pedesaan adalah lokasi yang justru sangat strategis untuk beternak dan bertani, lho. Bagaimana tidak? Lahan yang berada di daerah sepi masih terbilang cukup luas. Udaranya pun masih bersih dan minim populasi udara. Tak hanya itu, perumahan pun cukup sedikit. 

Hal tersebut dapat membuat kegiatan beternak dan bertani sangat efektif dan efisien, bahkan menghasilkan produk yang berkualitas. Anda dapat berternak ayam, sapi, kambing, bahkan budidaya ikan. Begitu pun bertani. Saat panen tiba, jangan takut sepi pembeli, banyak warung-warung dan supermarket yang membutuhkan pemasok.

6. Usaha bengkel

Daerah yang sepi terkadang menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat yang bepergian dengan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Hal tersebut disebabkan oleh kekhawatiran apabila kendaraan tiba-tiba mogok, ban bocor, dan terjadi permasalahan kendaraan  yang lainnya. 

Lebih parahnya lagi, ketika tidak ada orang yang menyediakan jasa perbaikan kendaraan. Jika hal tersebut terjadi, maka kehadiran sebuah bengkel bak menjadi penyelamat bagi semua orang. Keahlian mekanik menjadi kuncinya. Pastikan Anda membuka usaha bengkel di daerah sepi yang menjadi jalan utama penghubung antara desa atau kota.

7. Toko sembako

Siapa yang tidak butuh sembilan bahan pokok? Sembilan bahan pokok (biasa disingkat ‘sembako’) adalah Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat menurut Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 115/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 (Kepmenperindag 115/1998). Adapun kesembilan bahan tersebut mencakup beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah, serta garam beryodium. 

Usaha toko sembako di daerah sepi cenderung tidak terpengaruh oleh letak geografis, selama masih dapat dijangkau oleh konsumen yang menjadi target usahanya. Jangan lupa perhatikan tata letak produk-produk Anda juga, ya!

8. Usaha kerajinan

Daerah sepi yang menjadi lokasi target usaha Anda memiliki potensi atau produk khas? Usaha kerajinan dapat menjadi opsinya! Seperti Kasongan dengan gerabahnya dan Kupang dengan kain tenunnya, Anda dapat menjual kerajinan tangan dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. 

Tak perlu terlalu memilih lokasi yang berada di pusat keramaian, di tengah desa sepi penduduk saja Anda tetep dapat menjalankan usaha ini. Cara pemasarannya pun terbilang cukup mudah. Terlebih dengan adanya internet, Anda dapat menjual produk-produk kerajinan Anda secara online

Tak hanya itu, hasil kerajinan pun juga dapat lebih dikenal oleh banyak orang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.

Usaha kerajinan
Sumber gambar: Pexels dari Pixabay

Nah, sudah tahu, kan? Jadi, usaha di daerah sepi dapat menjadi alternatif Anda ketika ingin membuka usaha. Daerah yang sepi bukan berarti sepi pelanggan juga. Jelilah dalam mengeksploitasi dan memanfaatkan potensi yang ada di daerah tersebut. 

Modal harian untuk semua jenis usaha yang telah disebutkan di atas cukup terjangkau. Namun, pastikan untuk tetap mengkalkulasi dan menghitung modal awal, pemasukan, dan pengeluarannya, ya! Semoga bermanfaat dan selamat berwirausaha!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan eBook Premium "Strategi Selama Krisis"

Pastikan bisnis anda selamat dari pandemi, dapatkan secara gratis ebook "Strategi Selama Krisis".

Strategi ini wajib bagi anda agar tetap bertahan selama masa sulit. 

eBook premium telah dikirimkan ke email anda!