Tahan Lama! Berikut Macam-macam Makanan Awetan Hewani yang Menguntungkan

Business Idea

Makanan Awetan Hewani
Sumber gambar: Kompas

Makanan awetan hewani dapat dengan mudah kita jumpai dimana-mana. Makanan awetan hewani ini diproses melalui suatu proses yang disebut sebagai pengawetan.

Pengawetan makanan merupakan cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki daya simpan yang lebih lama serta mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan.

Dalam mengawetkan makanan awetan hewani, tentu harus diperhatikan beberapa hal seperti jenis-jenis bahan makanan yang hendak diawetkan, keadaan bahan makanan, cara pengawetan, dan daya tarik produk pengawetan makanan. 

Cara pengawetan bahan makanan awetan hewani dapat disesuaikan dengan keadaan bahan makanan, komposisi bahan makanan, dan tujuan dari pengawetan itu sendiri, lho! 

Secara garis besar, terdapat dua cara dalam mengawetkan makanan yaitu fisik serta biologi dan kimia. Adapun prinsip pengawetan makanan awetan hewani antara lain untuk mencegah atau memperlambat laju proses dekomposisi (autolisis) bahan pangan, mencegah kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan termasuk serangan hama, dan mencegah atau memperlambat kerusakan mikrobial.

Rupanya, makanan awetan hewani ini cukup disukai oleh banyak orang. Biasanya, para ibu rumah tangga memiliki stok makanan awetan hewani ini di kulkas masing-masing rumah sebagai stok makanan. Oleh sebab itu, tak jarang banyak orang yang ingin mencoba membuka usaha makanan awetan hewani.

Ya, mungkin Anda salah satunya!

Lalu, apa saja macam-macam makanan awetan hewani yang menguntungkan? Berikut daftarnya!

1. Dendeng

Sumber gambar: Selerasa

Dendeng merupakan daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis dengan dikeringkan dengan api kecil atau diasinkan dan dijemur. 

Hasilnya adalah daging yang asin dan setengah manis dan tidak perlu disimpan di lemari es. Dendeng adalah contoh makanan yang diawetkan.

Resep dendeng biasanya menggunakan satu jenis daging saja, yaitu daging sapi. Namun dendeng dapat dibuat dari daging lainnya seperti kambing. Daging harus dikeringkan dengan cepat, untuk memperlambat pertumbuhan bakteri saat itu juga. Untuk melakukannya, daging dipotong tipis, atau ditekan sampai tipis.

2. Ikan asin

Makanan Awetan Hewani
Sumber gambar: Dictio

Ikan asin merupakan bahan makanan awetan hewani yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. 

Dengan metode pengawetan ini, daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan. Selain itu. daging ikan yang diasinkan akan bertahan lebih lama dan terhindar dari kerusakan fisik akibat infestasi serangga, ulat lalat dan beberapa jasad renik perusak lainnya.

Beraneka jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut. Ikan-ikan ini dikumpulkan dalam suatu wadah dan lalu ditaburi atau direndam dalam larutan garam pekat. Ikan-ikan yang besar biasanya dibelah atau dipotong-potong lebih dulu agar garam mudah meresap ke dalam daging. Setelah itu, ikan-ikan ini dijemur, direbus atau difermentasi untuk meningkatkan keawetannya.

3. Sosis

Makanan Awetan Hewani
Sumber gambar: Tstatic

Sosis adalah suatu makanan awetan yang terbuat dari daging cincang, lemak hewan, ternak dan rempah, serta bahan-bahan lain. 

Sosis umumnya dibungkus dalam suatu pembungkus yang secara tradisional menggunakan usus hewan, tetapi sekarang sering kali menggunakan bahan sintetis, serta diawetkan dengan suatu cara, misalnya dengan pengasapan.

4. Nugget ayam

Makanan Awetan Hewani
Sumber gambar: Klimg

Nugget ayam adalah salah satu makanan awetan hewani hasil olahan ayam yang memiliki cita rasa tertentu, biasanya berwarna kuning keemasan. 

Saat ini, nugget ayam menjadi salah satu produk olahan daging ayam yang berkembang pesat

Bahan baku nugget adalah potongan daging ayam, tepung-tepungan, dan bumbu-bumbuan. Dalam proses di industri, nugget ayam melalui beberapa tahapan hingga nugget ayam dibekukan pada suhu sangat rendah hingga beku. Produk akhir kemudian dikemas.

Dalam penyimpanannya, makanan ini perlu disimpan khusus, yaitu selalu di simpan dalam kondisi beku. Hal ini karena nugget ayam merupakan makanan awetan yang masuk dalam kategori mudah rusak oleh mikro organisme.

5. Bakso

Makanan Awetan Hewani
Sumber gambar: WP

Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang lazim ditemukan pada makanan awetan hewani Indonesia. 

Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur dan ditaburi bawang goreng dan seledri. 

Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk makanan awetan hewani beku yang dijual di pasar swalayan ataupun mal-mal. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau capcai.

6. Telur asin

telur asin
Sumber gambar: Ikoma

Telur asin adalah istilah umum untuk makanan awetan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). 

Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari).

Makanan awetan hewani ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal.

Brebes dikenal sebagai daerah penghasil utama telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit telur. Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga kemerahan, “kering” (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.

7. Daging asap

daging asap
Sumber gambar: Wikimedia

Daging asap adalah makanan yang diawetkan melalui metode mengolah daging merah (dan ikan) yang berasal dari zaman prasejarah. Tujuannya adalah untuk mengawetkan bahan makanan yang kaya protein ini yang memiliki sifat cepat rusak dalam waktu yang lama. Terdapat dua mekanisme untuk cara pengawetan ini yakni dehidrasi dan sifat-sifat antibakteria asap yang dapat diserap. Pada zaman sekarang, rasa makanan asap yang meningkat menjadikannya hidangan dalam banyak kebudayaan.

Maksud dari produk makanan awetan hewani adalah produk makanan hewani yang menggunakan bahan pengawet. Bahan pengawet ini digunakan untuk menambah masa penyimpanan dan daya tahan makanan tersebut. Dengan demikian, makanan yang telah dibuka dapat dikonsumsi di kemudian hari tanpa mengurangi kualitas atau cita rasanya.

Hal tersebut menjadi suatu kelebihan tersendiri dari makanan awetan hewani.

Demikian artikel mengenai macam-macam makanan awetan hewani yang menguntungkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat berbisnis!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan eBook Premium "Strategi Selama Krisis"

Pastikan bisnis anda selamat dari pandemi, dapatkan secara gratis ebook "Strategi Selama Krisis".

Strategi ini wajib bagi anda agar tetap bertahan selama masa sulit. 

eBook premium telah dikirimkan ke email anda!