Sama Gak, Ya? Rupanya, Ini, Lho Perbedaan Wiraswasta dan Wirausaha!

Business Hack, Business Idea

Sumber gambar: Entrepreneur

Eits, jangan salah. Beberapa orang menganganggap bahwa pengertian wiraswasta dan wirausaha sama saja, bahkan perbedaan wiraswasta dan wirausaha hanya terlihat dan terletak pada cara penulisannya saja. Namun, hal tersebut rupanya tidak benar!

Sebelum menelisik fakta dalam menentukan perbedaan wiraswasta dan wirausaha, sebaiknya Anda mengerti terlebih dahulu bagaimana kedua istilah tersebut bisa muncul dan berkembang di masyarakat.

Berubahnya perilaku orang dalam berbelanja rupanya turut memengaruhi cara penawaran produk dan jasa.

Tak lagi mengandalkan lokasi fisik untuk menawarkan produk atau jasanya, pemilik usaha memindahkannya ke pasar online (e-commerce) serta media sosial

Nah, erubahan ini ikut menciptakan perbedaan wiraswasta dan wirausaha.

Perbedaan wiraswasta dan wirausaha terasa setipis kertas, namun perlu diketahui bahwa pada dasarnya, wiraswasta dan wirausaha sangat erat kaitannya dengan dunia bisnis. Meskipun demikian, bukan berarti kedua profesi ini dapat diartikan sama.

Sumber gambar: Daily Bayonet

Wiraswasta adalah orang yang berani mengambil sikap, berpikir dan berani mengambil tindakan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki agar dapat menciptakan pekerjaan dan berkarier secara mandiri.

Jika dilihat secara etimologis, wiraswasta berasal dari kata, yaitu “wira” dan “swasta”. Pengertian “wira” yaitu bermakna manusia yang unggul, gagah berani, seorang pejuang, berwatak agung hingga dimaknai sebagai pahlawan. Sedangkan pengertian “swasta” dapat dilihat dari asal katanya, yaitu “swa” dan “sta”. “Swa” memiliki arti ‘sendiri’ dan “Sta” bermakna ‘berdiri’.

Sekitar akhir tahun 1970-an, istilah ‘wiraswasta’ masih didefinisikan menurut paham neoklasik. Seorang wiraswasta berarti:

  • Orang yang berani bersikap, berpikir, dan bertindak menurut kemampuan dan keberanian untuk menciptakan pekerjaan sendiri, mencari nafkah sendiri, dan berkarier dengan sikap mandiri.
  • Orang yang memiliki dorongan untuk menciptakan sesuatu yang lain, dengan menggunakan waktu dan kegiatan, disertai modal dan risiko, serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi atas usahanya tersebut.

Rupanya, pembahasan istilah ‘wirausaha’ baru muncul pada perkembangan teori ekonomi modern, lho! 

Cukup baru, ya?

Perbedaan Wiraswasta dan Wirausaha
Sumber gambar: Pressable CDN

Pengertian wirausaha adalah orang yang dapat melakukan gebrakan pada sistem perekonomian dengan menawarkan sebuah barang atau jasa baru. Dengan kata lain, wirausaha dapat disebut bernai untuk menanggung segala resiko dari bisnis atau usaha yang sedang ditekuni

Jika dilihat secara etimologis, wirausaha berasal dari dua kata, yaitu “wira” dan “usaha”. “Wira” memiliki makna manusia yang unggul, gagah berani, seorang pejuang, berwatak agung hingga dimaknai sebagai pahlawan. Sedangkan “usaha” adalah kegiatan bekerja atau melakukan sesuatu.

Seorang pengusaha bisa dikategorikan sebagai wirausaha, jika mereka memenuhi beberapa kriteria seperti:

  • Mampu menciptakan kreasi dan inovasi;
  • Memiliki visi jangka panjang;
  • Menguasai keahlian produksi, pemasaran, permodalan, atau pengawasan.

Perbedaan wiraswasta dan wirausaha yang cukup tipis, kan?

Penyebutan istilah ‘wiraswasta’ yang muncul lebih dahulu tentu lebih familiar apabila terdengar di telinga para generasi baby boomers dan Generasi X. Tak heran jika hingga saat ini, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (KBBI V) terbitam Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa masih menyamakan definisi ‘wirausaha’ dengan ‘wiraswasta’.

Jika dapat dirangkum, maka apa saja sih perbedaan wiraswasta dan wirausaha?

Berikut adalah inti perbedaan wiraswasta dan wirausaha, dilansir dari SahabatPegadaian:

1. Fokus usaha

Perbedaan Wiraswasta dan Wirausaha
Sumber gambar: Success

Jika dilihat dari sikap mental dan kemandirian, wiraswasta dan wirausaha memang serupa. Meskipun demikian, fokus usaha wiraswastawan biasanya sekadar part-time. Sementara itu, fokus usaha wirausahawan menuntut keseluruhan waktu hidupnya. 

Contohnya seorang pekerja kantoran yang punya usaha jasa travelling. Dia bisa disebut sebagai wiraswasta karena fokus usahanya bukan hanya jasa travelling. Karena masih mendapat upah bulanan dari kantor, usaha jasa travelling yang ia jalankan termasuk dalam jenis usaha part-time. Jika dia tidak lagi terikat kontrak dan fokus secara full time pada usaha jasa travelling miliknya, maka ia bisa dikategorikan sebagai wirausahawan.

2. Kepemilikan aset

Perbedaan Wiraswasta dan Wirausaha
Sumber gambar: Mpasho

Aset yang dimaksud di sini adalah aset mencakup kepemilikan modal uang dan peran mengambil keputusan dalam operasional usaha. 

Pelaku usaha yang memiliki aset sendiri bisa disebut sebagai wiraswastawan. Sedangkan wirausahawan terlibat secara relatif dalam operasional saja. Pada perkembangan kekinian, wirausahawan yang punya bisnis perjalanan biasanya berbagi keputusan bersama pemilik saham lain. Wirausahawan seperti ini juga tidak bertanggung jawab penuh pada mekanisme pembayaran upah pekerja.

3. Lingkup usaha

Perbedaan Wiraswasta dan Wirausaha
Sumber gambar: Unsplash

Berdasarkan lingkup bisnisnya, seorang pelaku usaha sangat mungkin terlibat dalam lebih dari satu bidang usaha.

Misalnya wirausahawan perjalanan yang menawarkan jasa cetak foto wisata atau jasa homestay di suatu destinasi. Model keterlibatan dan perluasan bisnis ini relatif tidak dipunyai oleh seorang wiraswasta, selama mereka tidak menginvestasikan pengetahuan bisnisnya pada jenis usaha lain.

4. Rencana inovasi dan pengembangan

Sumber gambar: Logo Maker

Jika lingkup bisnis mengacu pada jenis usaha lain, maka rencana inovasi dan pengembangan murni dilakukan untuk usaha yang sudah dijalankan. 

Sebagian besar wirausahawan telah memiliki pemahaman kuat untuk selalu memperbarui pendekatan bisnis sesuai perkembangan teknologi terbaru. Hal ini agak berbeda dengan wiraswastawan yang relatif lebih tradisional dan cukup berpuas diri dengan target jangka pendek.

Nah, setelah mengetahui perbedaan wiraswasta dan wirausaha, mungkin Anda tertarik untuk menekuni profesi wiraswasta versi masa kini, alias menekuni kehidupan wirausaha!

Selain fakta bahwa perbedaan wiraswasta dan wirausaha yang cukup tipis bak setipis danau yang berubah menjadi es, tentu terdapat fakta-fakta lainnya dalam menjadi seorang wirausahawan. 

Sumber gambar: Huawei

Lalu, apa sajakah fakta-fakta dalam menjadi seorang wirausahawan?

1. Anda dapat berjalan sejauh yang Anda inginkan!

Anda memiliki kekuatan dan kebebasan untuk menjalankan bisnis Anda seefektif yang Anda inginkan; langit sesungguhnya adalah batasnya. 

Intinya di sini adalah bahwa Anda dapat membangun bisnis yang profesional, megah, sespesifik yang Anda inginkan. Satu-satunya batasan yang Anda miliki adalah batasan yang Anda tentukan sendiri. Anda mengatur nada, Anda menetapkan parameter, dan Anda berhenti tepat di tempat Anda memutuskan ingin berhenti.

2. Kekuatan untuk mengubah berbagai hal sesuai kebutuhan

Jika Anda melihat sesuatu tentang bisnis Anda yang tidak dilakukan dengan cara yang benar, maka Anda berada dalam posisi untuk membuat perubahan yang diperlukan yang akan memperbaiki masalah itu. 

Ketika Anda bekerja untuk orang lain, dan Anda melihat masalah, Anda hanya dapat menyampaikan informasi itu kepada atasan Anda sehingga mereka dapat membuat keputusan. Sebagai pemilik bisnis, Anda tidak harus membersihkannya dengan orang lain terlebih dahulu; Anda cukup menjalankan perubahan yang dibutuhkan secara langsung.

3. Memilih orang-orang dengan siapa Anda ingin bekerja.

Ketika Anda bekerja untuk orang lain, orang-orang yang bekerja dengan Anda dipilih untuk Anda. 

Sekarang Anda bosnya.

Sebagai bos, Anda bertugas memilih orang-orang yang bekerja sama dengan Anda. Anda dapat memilih tim terbaik untuk membuat visi Anda menjadi kenyataan, tim yang bekerja dengan baik, tim yang bahkan Anda nikmati bekerja sama.

Nah, sudah tahu kan perbedaan wiraswasta dan wirausaha beserta fakta-faktanya?

Demikian artikel mengenai perbedaan wiraswasta dan wirausaha beserta fakta-faktanya. Semoga artikel ini cukup menginspirasi dan dapat membantu Anda. Selamat berbisnis!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan eBook Premium "Strategi Selama Krisis"

Pastikan bisnis anda selamat dari pandemi, dapatkan secara gratis ebook "Strategi Selama Krisis".

Strategi ini wajib bagi anda agar tetap bertahan selama masa sulit. 

eBook premium telah dikirimkan ke email anda!