Kembangkan Usaha, Ini 6 Cara Membuat CV Perusahaan yang Harus Diketahui

Business Hack

Cara Membuat CV Perusahaan
Sumber gambar: Ikgastarten

Tak sedikit orang yang ingin mengembangkan usahanya yaitu mentransformasikan usahanya menjadi suatu bentuk usaha lain yaitu yakni CV melalui cara membuat CV perusahaan.

Namun, apakah itu CV?

CV berasal dari bahasa Belanda commanditaire vennootschap yang pada bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi persekutuan komanditer. 

Pada dasarnya, dalam KUH Dagang tidak ada aturan tentang pendirian, pendaftaran, cara membuat CV perusahaan, maupun pengumumannya, sehingga persekutuan komanditer dapat diadakan berdasarkan perjanjian dengan lisan atau sepakat para pihak saja (Pasal 22 KUH Dagang). Dalam praktik di Indonesia untuk mendirikan persekutuan komanditer dengan dibuatkan akta pendirian/berdasarkan akta notaris, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI. Dengan kata lain prosedur pendiriannya sama dengan prosedur mendirikan persekutuan firma.

Lalu, bagaimana cara membuat CV perusahaan yang harus Anda ketahui? Dilansir dari SmartLegal, berikut beberapa cara dan prosedur dalam cara membuat CV perusahaan.

1. Cara membuat CV perusahaan: Persiapkan data CV

Cara Membuat CV Perusahaan
Sumber gambar: Marketing Land

Para pihak yang hendak mendirikan CV harus mempersiapkan data antara lain:

  • Nama CV
  • Tempat kedudukan CV
  • Siapa yang akan bertindak sebagai Sekutu Aktif, dan siapa yang akan bertindak sebagai Sekutu Pasif
  • Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut.

Maksud dan tujuan CV mengatur mengenai tujuan daripada CV tersebut didirikan. Data ini juga harus diisi dengan bidang usaha CV yang bersangkutan.

Usahakan untuk menyusun tujuan selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar mudah pada proses-proses selanjutnya. Jika ingin mudah, maka cukup lihat KBLI Pemerintah Daerah tempat Anda membuat usaha agar lebih selaras dengan aturan daerah.Misalnya, jika Anda hendak membuat CV di Jakarta, dapat melihat KBLI pada Keputusan BPTSP Jakarta Nomor 50 Tahun 2016. Anda tak perlu melihat pada Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2017.

2. Cara membuat CV perusahaan: Urus domisili

Cara Membuat CV Perusahaan
Sumber gambar: Vital Storm

Tentu domisili perusahaan Anda perlu dibuktikan melalui suatu surat keterangan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat, yakni kelurahan. Anda dapat meminta Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) kepada kelurahan tempat perusahaan anda berdomisili.

Akan tetapi, kabarnya sejak tahun 2018, khususnya di DKI Jakarta, maka SKDP sudah tak diperlukan lagi. Perusahaan hanya diminta mengisi surat keterangan kegiatan. Yang terpenting, perusahaan melakukan kegiatan usaha sesuai zonasi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Namun, alangkah lebih baik jika SKDP tetap diurus agar ada sewaktu-waktu dibutuhkan.

3. Cara membuat CV perusahaan: Pesan nama CV dan buat akta pendirian di notaris

Cara Membuat CV Perusahaan
Sumber gambar: Amazonaws

Setelah Anda siap atas data CV, maka langkah selanjutnya dalam mendirikan CV yaitu anda dapat pergi ke Notaris untuk membuat Akta Pendirian. Tapi sebelum membuat akta pendirian, Anda harus memesan nama CV dulu melalui Sistem Administrasi Badan Usaha (SABU) milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). 

Jika nama CV sudah dipesan, proses dilanjutkan dengan pembuatan akta pendirian CV. Beberapa dokumen yang dibutuhkan, yakni: 

  • Fotokopi Kartu Keluarga Pendiri
  • Fotokopi Penanggung Jawab/ Direktur
  • NPWP Pengurus
  • SKDP
  • Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 
  • Pasfoto Penanggung Jawab

Notaris nanti akan melakukan registrasi CV melalui SABU Kemenkumham. Lalu Kemenkumham akan memberikan sertifikat secara daring yang mengkonfirmasi pendaftaran CV anda.

4. Cara membuat CV perusahaan: Pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB)

Cara Membuat CV Perusahaan
Sumber gambar: Blogspot

NIB didapatkan dengan melakukan pendaftaran melalui sistem OSS. NIB dapat berfungsi sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Identitas Kepabeanan (NIK), dan Angka Pengenal Importir (API). 

Jadi, Anda tidak perlu bolak balik mengurus identitas-identitas tersebut. Prolegal dapat membantu anda untuk mendapatkan NIB. Anda dapat memilih untuk NIB yang khusus hanya berlaku sebagai TDP atau yang juga berlaku sebagai NIK dan API.

Pengajuan API tidak wajib dan hanya perlu diajukan apabila dibutuhkan. Bila tidak langsung didaftarkan, API masih bisa didaftarkan setelah NIB sudah keluar ketika pelaku usaha sudah membutuhkan izin tersebut.

5. Cara membuat CV perusahaan: Pengajuan izin usaha dan izin operasional atau izen komersial

Sumber gambar: KBR

Tentu sebelum Anda melakukan operasi usaha, maka Anda harus mendapatkan izin usaha. Selain itu, Anda juga memerlukan izin operasional/ izin komersial.

Sama seperti NIB, Izin Usaha diterbitkan setelah NIB sudah keluar. Izin Usaha menggantikan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang sebelumnya menjadi salah satu dokumen perizinan wajib untuk perusahaan. Izin usaha diajukan terlebih dahulu sebelum izin komersial. Izin Komersial berfungsi untuk pelaku usaha atau badan usaha yang dengan bidang yang kegiatan operasionalnya membutuhkan izin khusus. Contohnya adalah perusahaan yang melakukan produksi makanan atau obat-obatan.

Izin usaha diajukan terlebih dahulu sebelum izin komersial. Izin Komersial berfungsi untuk pelaku usaha atau badan usaha yang dengan bidang yang kegiatan operasionalnya membutuhkan izin khusus. Contohnya adalah perusahaan yang melakukan produksi makanan atau obat-obatan.

6. Cara membuat CV perusahaan: Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)

Sumber gambar: Super Office

Terdapat aturan bahwa setiap pengusaha menengah dengan nilai investasi di setiap cabang bidang usaha perusahaan yang bersangkutan minimal Rp 500 juta untuk membuat laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Nah, sudah tahu kan cara membuat CV perusahaan?

Karena persekutuan komanditer pada hakikatnya adalah persekutuan perdata (Pasal 16 KUH Dagang), maka mengenai berakhirnya persekutuan komanditer sama dengan berakhirnya persekutuan perdata dan persekutuan firma (Pasal 1646 s/d 1652 KUH Perdata)

Akta Otentik Pendirian Persekutuan Komanditer saat ini pada umumnya mencantumkan ketentuan mengenai tidak berakhirnya Persekutuan dalam hal salah satu Sekutu dinyatakan Pailit. Secara logika, ketentuan tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam KUH Perdata sedangkan perjanjian yang bertentangan dengan Undang-Undang adalah batal demi hukum.

Secara logika, berakhirnya Persekutuan Komanditer dalam keadaan Sekutu Pailit adalah akibat dari persatuan inbreng yang dilakukan. Padahal Pailit mengharuskan sita atas semua harta milik Debitor. Dari konsep ini terlihat pembubaran persekutuan bermaksud untuk memisahkan harta sekutu Debitor sebagai budle pailit dari inbreng yang ada.

Demikian artikel mengenai cara membuat CV perusahaan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi Anda dalam mengembangkan usaha menjadi suatu bentuk usaha persekutuan komanditer. Selamat mencoba!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan eBook Premium "Strategi Selama Krisis"

Pastikan bisnis anda selamat dari pandemi, dapatkan secara gratis ebook "Strategi Selama Krisis".

Strategi ini wajib bagi anda agar tetap bertahan selama masa sulit. 

eBook premium telah dikirimkan ke email anda!