Enam Tips Mengelola Produktivitas Tim Ketika Social Distancing dan PSBB di Indonesia

Business Hack

Sumber gambar: HBR

Social distancing menjadi salah satu topik yang masih hangat dan cukup relevan untuk diperbincangkan akhir-akhir ini. Ya, tentu saja karena hal ini memiliki hubungan dengan virus corona yang sedang mewabah di seluruh dunia.

Pembatasan sosial (bahasa Inggris: social distancing) atau menjaga jarak (bahasa Inggris: physical distancing) adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Tujuan dari social distancing adalah untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama, kematian.

Social distancing paling efektif dilakukan ketika infeksi dapat ditularkan melalui kontak percikan atau droplet (batuk atau bersin); kontak fisik langsung, termasuk kontak seksual; kontak fisik tidak langsung (misalnya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi seperti fomit); atau transmisi melalui udara (jika mikroorganisme dapat bertahan hidup di udara untuk waktu yang lama).

Nah, di Indonesia, diterapkan adanya pembatasan social berskala besar (PSBB). 

Sumber gambar: Kompas, Akamaized

Menjadi bagian dari social distancing, PSBB merupakan istilah kekarantinaan kesehatan di Indonesia yang didefinisikan sebagai “Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.” 

PSBB merupakan salah satu jenis penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di wilayah, selain karantina rumah, karantina rumah sakit, dan karantina wilayah.

Social distancing dan PSBB mungkin kurang efektif dalam kasus ketika infeksi ditularkan terutama melalui air atau makanan yang terkontaminasi atau oleh vektor seperti nyamuk atau serangga lain, dan pada kasus yang lebih jarang, dari orang ke orang.

Kerugian dari social distancing dan PSBB dapat berupa kesepian, berkurangnya produktivitas, dan hilangnya manfaat lain yang berkaitan dengan interaksi manusia. Salah satu yang menjadi masalah karena adanya social distancing dan PSBB adalah mengatur kerja sama dan produktivitas tim.

Tentu, hal yang cukup menantang untuk mengatur diri Anda dalam social distancing dan PSBB tanpa interaksi manusia secara langsung serta struktur hari kerja yang khas. Terlebih apabila Anda memiliki kewajiban atau tugas untuk mengelola tim di bawah kondisi itu, terutama ketika Anda belum pernah melakukannya sebelumnya.

Lalu, bagaimana cara mengelola produktivitas tim di kala social distancing dan PSBB? Dilansir dari Harvard Business Review, simak rekomendasi-rekomendasi berikut.

1. Atur ulang harapan

Sumber gambar: Unsplash

Sebagian besar tim disosialisasikan dan terbiasa bekerja serasi dan standarisasi. 

Mereka bekerja bersama, berlokasi di kantor yang sama, di bawah kondisi kerja yang sama, dengan jadwal kerja yang sama. Dalam lingkungan social distancing dan PSBB, manajer harus membantu tim mereka segera beralih ke pekerjaan yang tidak serempak dan personalisasi. 

Anda harus mengatur ulang harapan untuk bagaimana pekerjaan diselesaikan, melepaskan kapan dan bagaimana tugas diselesaikan, memungkinkan anggota tim untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka dengan persyaratan mereka sendiri. Ini berarti fokus pada hasil dan menawarkan lebih banyak fleksibilitas.

2. Stay in touch secara teratur

Social Distancing
Sumber gambar: Jakpost

Penelitian sosiometrik membuktikan bahwa waktu siklus komunikasi yang lebih pendek lebih efektif dalam membangun dan mempertahankan moral dan keterlibatan, lho!

Gunakan instant messaging untuk tetap berhubungan teratur. 

Jangan biarkan karyawan pergi setengah hari tanpa ‘check-in’. Anda mungkin ingin mengadakan sesi berbincang-bincang setiap hari, idealnya dengan video. Tetapkan harapan bahwa semua orang hadir dan tidak terganggu.

3. Dukung pembelajaran yang berkelanjutan dengan tetap singkat

Sumber gambar: Ed Modo

Belajar tidak harus berhenti di lingkungan baru ketika social distancing dan PSBB ini, tetapi mungkin lebih praktis untuk menggunakan pembelajaran mikro. 

Fokus pada berbagi pelajaran singkat tentang satu topik dalam segmen lima hingga 10 menit. Ini mungkin mencakup alat, perilaku, atau keterampilan tertentu. Putar pengiriman pelajaran ini di antara anggota tim dan izinkan mereka mengidentifikasi topik mereka sendiri untuk pelatihan. 

Anda dapat meminta anggota tim yang berbeda untuk membahas pelajaran dan memimpin diskusi singkat tentang aplikasi, relevansi, dan implikasi dari apa yang dipelajari semua orang.

4. Bangun optimisme

Social Distancing
Sumber gambar: Metro Cebu

Disadari atau tidak, optimisme itu bersifat menular, lho! 

Pemimpin yang menunjukkan harapan dan kepercayaan diri di masa depan lebih mampu membantu anggota tim mereka menemukan makna dan tujuan dalam pekerjaan, terutama di bawah kondisi yang penuh tekanan. 

Jangan lupa untuk menggunakan humor sebagai katup penolong. Ingatlah bahwa ketakutan membekukan inisiatif, mengikat kreativitas, dan menghasilkan kepatuhan alih-alih komitmen. 

Akhirnya, pertimbangkan bahwa kendala sering kali merupakan faktor pendukung yang memicu inovasi. Undang tim Anda untuk menggunakan kondisi social distancing dan PSBB sebagai stimulus untuk ide-ide baru.

5. Tetap update bahkan jika tidak ada pembaruan

Sumber gambar: Solid CP

Ketidakpastian memicu kecemasan. 

Semakin banyak Anda berkomunikasi dan berbagi, semakin sedikit peluang untuk mengembangkan kekosongan informasi dalam tim Anda. Berkomunikasi secara teratur walaupun Anda tidak memiliki informasi baru untuk dibagikan. 

Menjaga transparansi melalui krisis dengan pembaruan yang sering adalah ekspresi tertinggi dari itikad baik, empati, dan kepedulian tulus untuk tim Anda, bahkan ketika social distancing dan PSBB ini.

6. Mengukur tingkat stres dan keterlibatan secara terus-menerus

Social Distancing
Sumber gambar: Medium

Jelaskan kepada anggota tim Anda bahwa perhatian utama Anda adalah kesejahteraan mereka. 

Luangkan waktu untuk memantau keterlibatan mereka dengan secara berkala mengajukan dua pertanyaan cepat kepada setiap anggota tim. 

Pertama, pada skala nol hingga 10, beri peringkat tingkat stres yang Anda rasakan saat ini. Kedua, menggunakan skala yang sama, nilai tingkat keterlibatan Anda secara keseluruhan. Perasaan intuitif atau impresionistik Anda tentang individu mungkin salah, sehingga membantu untuk mendapatkan respons kuantitatif.

Social Distancing
Sumber gambar: Jakpost

Nah, sudah tahu kan 6 tips mengelola produktivitas tim ketika social distancing dan PSBB?

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk hiper-sosial.

Adanya keamanan psikologis di mana anggota tim Anda merasa diikutsertakan, aman untuk belajar, aman untuk berkontribusi, dan aman untuk menantang status quo, semua tanpa takut dipermalukan, dipinggirkan, atau dihukum dengan cara apa pun sangat penting, lho, bahkan dalam kondisi karantina. 

Namun demikian, tenang saja!

Ketika Anda menciptakan dan mempertahankan kondisi ini, Anda dapat membuka ruang bagi mereka untuk terus melakukan dan berkontribusi, dan mungkin, yang paling penting pada saat seperti ini, Anda mengakui kemanusiaan mereka di kala social distancing dan PSBB.

Demikian artikel mengenai tips mengelola produktivitas tim ketika social distancing dan PSBB di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan eBook Premium "Strategi Selama Krisis"

Pastikan bisnis anda selamat dari pandemi, dapatkan secara gratis ebook "Strategi Selama Krisis".

Strategi ini wajib bagi anda agar tetap bertahan selama masa sulit. 

eBook premium telah dikirimkan ke email anda!