Buka Usaha di Daerah Sepi? Cek 5 Lokasi Potensial Ini

Business Idea

usaha di daerah sepi
Sumber gambar: Maksim Shutov dari Unsplash

Membuka usaha di daerah ramai dan pusat kota seakan sudah menjadi tren saat ini. Banyak orang berlomba-lomba mencari lokasi yang strategis, dengan harapan mampu menjangkau banyak konsumen yang tentunya sesuai dengan target yang telah mereka tetapkan. Lalu, bagaimana dengan nasib para pengusaha yang membuka usaha di daerah sepi? 

Eits, jangan salah. Dapat kita jumpai banyak pengusaha-pengusaha kecil yang memulai usahanya di daerah sepi, kini telah sukses. Tentu, pertimbangan lokasi itu tetap penting. Pilih daerah yang benar-benar dapat Anda manfaatkan potensinya dengan tetap mempertimbangkan aspek aksesibilitas masyarakat. Seperti apa lokasi-lokasi yang pantas diperhitungkan? Berikut 5 lokasi potensial untuk membuka usaha di daerah sepi: 

1. Wisata pantai

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, pantai adalah perbatasan daratan dengan laut atau massa air lainnya dan bagian yang dapat pengaruh dari air tersebut. Sebagai salah satu tempat wisata favorit yang dikunjungi para traveler untuk refreshing, pantai terkenal dengan lokasinya yang cukup sepi dan jauh dari hiruk pikuk dunia. 

Baik masa liburan maupun tidak, banyak wisatawan yang tetap datang mengunjungi pantai untuk memandang langit biru, deburan ombak, bermain pasir, berenang, dan menikmati indah panorama matahari terbit atau tenggelam. Tempat yang sepi namun tetap ‘ramai’ ini dapat menjadi salah satu alternatif lokasi Anda untuk membuka usaha di daerah sepi. 

Menurut laman bookmundi, adapun pantai-pantai terbaik di Indonesia seperti Pantai Nusa Dua, Pantai Kuta, Pantai Senggigi, Pantai Pangandaran, Pantai Air Manis, dan lain-lain. Meskipun demikian, Anda juga dapat membuka usaha Anda di pantai-pantai lainnya yang belum disebutkan atau mungkin jarang diketahui oleh masyarakat yang tetap berpotensi ramai pengunjung. 

Kita tidak mungkin menemukan lautan biru jika tidak berani berlayar jauh dari pantai, bukan?

2. Situs bersejarah

Situs bersejarah yang biasa disebut sebagai situs warisan merupakan sebuah lokasi resmi dimana bagian sejarah, militer, budaya, atau sosial dilestarikan karena nilai warisan budaya tersebut. Bangunan, lanskap, situs atau struktur apapun yang memiliki makna local, regional, atau nasional menjadi contoh-contoh situs bersejarah. 

Adapun tempat-tempat bersejarah yang dapat menjadi alternatif lokasi usaha Anda antara lain Jam Gadang, Gedung Sate, Lawang Sewu, Benteng Vredeburg, Taman Sari, Candi Prambanan, dan sebagainya. Apabila Anda ingin menjadikan situs bersejarah sebagai lokasi membuka usaha di daerah sepi, sebaiknya perhatikan peraturan yang ada dengan cermat. 

Hal tersebut karena situs bersejarah biasanya dilindungi oleh hukum dan banyak yang telah diakui dengan status resmi situs bersejarah nasional. Keberadaan pengusaha di situs bersejarah sangat diawasi oleh pemerintah setempat. Tingginya jumlah pengunjung situs tentu menjadi penghasilan bagi kita. Namun, tetaplah jaga kebersihan dan kelestarian situs bersejarah. Jangan sampai merusak peninggalan bersejarah yang ada, ya!

3. Pegunungan dan jalur transportasi

pegunungan dan jalur transportasi
Sumber gambar: Aldino Hartan Putra dari Unsplash

Ah, siapa yang tak suka dengan pegunungan? Udara yang terbilang masih sangat sejuk dan minim polusi menjadi sedikit dari sekian banyak alasan para wisatawan mengunjungi daerah pegunungan. Tak hanya itu, lokasinya yang jauh dari pemukiman membuat kita tak lagi mendengar suara kendaraan bermotor yang berlalu lalang; cukup menenangkan, bukan? 

Selain menjadi objek wisata, pegunungan dapat dijadikan lahan bagi Anda untuk membuka usaha di daerah sepi. Hal tersebut karena masih banyak lahan kosong untuk ditanami berbagai macam cocok tanam, seperti buah stroberi dan teh. Potensi Anda untuk berternak dan bertani pun cukup tinggi di daerah pegunungan. 

Anda juga dapat membuka usaha vila atau tempat penginapan. Selain itu, mau tidak mau, para pengunjung biasanya harus melewati jalur transportasi yang cukup sepi dan berkelok-kelok. Jika Anda memiliki bakat teknis dan mekanis, Anda dapat membuka usaha bengkel di sini. Tak perlu takut sepi pengunjung, wisatawan selalu datang setiap hari silih berganti. 

Adapun contoh-contoh daerah pegunungan dan perbukitan yang sering dijadikan destinasi wisata di Indonesia seperti Gunung Ijen, Dieng Plateau, Malino Highlands, Lereng Gunung Sewu, dan lain-lain.

4. Kawasan konservasi

Indonesia memiliki beberapa wilayah sebagai kawasan konservasi flora dan fauna yang biasanya diberi nama cagar alam, suaka margasatwa, dan taman nasional. Tahukah Anda bahwa ketiga tempat tersebut berbeda? Cagar alam merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh pemerintah pusat. 

Oleh sebab itu, cagar alam bukan menjadi kawasan yang dapat dijadikan sebagai objek wisata dan kegiatan komersial lainnya. Begitu pula suaka margasatwa. Jika di cagar alam perkembangannya dibiarkan secara alami dan apa adanya, maka di suaka margasatwa perkembangannya dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. 

Suaka margasatwa dapat pula dijadikan tempat wisata, kegiatan penelitian, dan pendidikan di samping kawasan perlindungan satwa-satwa. Meskipun demikian, wisata di kawasan suaka margasatwa dilakukan secara terbatas dan di bawah pengawasan petugas. Apabila Anda ingin membuka usaha di daerah sepi khususnya di kawasan konservasi, maka pilihan yang paling tepat adalah berlokasi di daerah taman nasional. 

Hal tersebut karena pengelolaannya yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, serta dapat dimanfaatkan sebagai sektor wisata. Nah, jangan sampai salah, ya! Selagi tidak merusak keadaan alam, Anda dapat membuka usaha di daerah taman nasional. 

Terlebih ketika masa liburan, banyak rombongan dan keluarga dari berbagai daerah yang menjadikan taman nasional sebagai destinasi wisata mereka.

5. Wisata religi

Siapa bilang destinasi wisata hanya seputar alam dan pemandangannya? Banyak pengunjung dan wisatawan yang memilih wisata religi sebagai salah satu alternatif destinasi wisatanya, lho. Hal tersebut terbukti dengan membludaknya para wisatawan ke lokasi wisata religi. Wisata religi dapat menjadi lokasi membuka usaha di daerah sepi karena para wisatawan dari kegiatan wisata religi ini tidak hanya berkunjung atas inisiatif sendiri, tetapi juga dikoordinasi oleh kelompok pengajian atau paguyuban sehingga mereka berwisata dalam jumlah banyak. 

Terlebih saat ini tren wisata religi di Indonesia mengalami banyak perkembangan, seperti adanya transformasi menjadi ‘wisata hiburan’. Hal tersebut terlihat dari sejumlah wisata religi yang juga menyediakan baik wisata belanja souvenir maupun kuliner. Potensi-potensi seperti itulah yang dapat Anda manfaatkan untuk membuka usaha di kawasan wisata religi. 

Adapun contoh lokasi wisata religi di Indonesia antara lain Masjid Istiqlal, Pura Tanah Lot, Maha Vihara Mojopahit, Gereja Blenduk, Klenteng Sam Poo Kong, dan sebagainya.

Demikian 5 alternatif lokasi potensial untuk membuka usaha di daerah sepi antara lain wisata pantai, situs bersejarah, pegunungan dan jalur transportasi, kawasan konservasi, serta wisata religi. Lokasi-lokasi tersebut hanyalah sedikit dari berbagai macam lokasi potensial lainnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk berpotensi membuka lokasi-lokasi baru. Meskipun demikian, tetaplah ingat bahwa tidak semua tempat dapat dijadikan lahan untuk membuka usaha di daerah sepi, lho. Jangan lupa untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku di daerah setempat, ya! Semoga bermanfaat dan selamat berwirausaha!

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan eBook Premium "Strategi Selama Krisis"

Pastikan bisnis anda selamat dari pandemi, dapatkan secara gratis ebook "Strategi Selama Krisis".

Strategi ini wajib bagi anda agar tetap bertahan selama masa sulit. 

eBook premium telah dikirimkan ke email anda!