Asas Berkontrak dalam Hukum Bisnis Untuk Kesepakatan

Asas Berkontrak dalam Hukum Bisnis menjadi pondasi kuat yang membimbing setiap langkah transaksi bisnis.

Keberhasilan suatu perjanjian tak terlepas dari pemahaman mendalam terhadap tiga asas utama: Kebebasan Berkontrak, Konsensualisme, dan Pacta Sunt Servanda.

Sebagai landasan hukum, asas-asas ini memberikan struktur yang kokoh dalam merancang perjanjian yang sah dan adil.

Artikel ini akan membahas dengan rinci beberapa asas berkontrak dalam hukum bisnis yang perlu dipahami dengan baik.

3 Asas Berkontrak dalam Hukum Bisnis

Dalam menjalankan kegiatan bisnis, terdapat tiga asas berkontrak yang memainkan peran sentral dalam merancang perjanjian yang sah dan berlaku.

Kebebasan berkontrak, konsensualisme, dan pacta sunt servanda menjadi pijakan utama yang memberikan arah dan kepastian hukum dalam dunia bisnis.

1. Asas Kebebasan Berkontrak: Fleksibilitas yang Terkendali

Asas kebebasan berkontrak menghadirkan suatu ruang yang luas bagi para pihak yang terlibat dalam transaksi bisnis untuk merancang takdir perjanjian mereka.

Tidak hanya diberi kebebasan untuk melakukan perjanjian dengan siapapun, pihak-pihak tersebut juga memiliki kewenangan penuh untuk menentukan detail-detail krusial, termasuk isi perjanjian, persyaratan pelaksanaan, dan bentuk perjanjian yang diinginkan, apakah itu tertulis atau lisan.

Meskipun memberikan kebebasan yang signifikan, namun perlu diingat bahwa kebebasan ini harus tetap tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ini bukanlah kebebasan yang tanpa batas; sebaliknya, kebebasan ini dijaga dan terkendali untuk memastikan bahwa setiap aspek perjanjian tetap sesuai dengan norma hukum yang berlaku.

Keberadaan ketentuan perundang-undangan ini memberikan kerangka kerja yang diperlukan untuk menjaga keadilan dalam setiap transaksi bisnis dan menjaga keberlanjutan hubungan hukum antarpihak.

Sehingga, sementara pihak-pihak dapat merancang perjanjian sesuai kebutuhan bisnis mereka, tetap terdapat garis panduan yang harus diikuti untuk memastikan kepatuhan dan integritas hukum dalam setiap kesepakatan yang terbentuk.

2. Asas Konsensualisme: Fondasi Utama Kesepakatan

Asas Konsensualisme, sebagaimana yang dinyatakan dalam Pasal 1320 KUH Perdata, menekankan bahwa keberlakuan suatu perjanjian ditentukan oleh adanya kesepakatan di antara para pihak yang terlibat.

Kesepakatan menjadi inti dari keberlangsungan suatu perjanjian yang sah dan dapat dijalankan.

Tidak hanya sebatas kesepakatan, asas ini mengharuskan keberadaan kecapakan hukum, objek yang diperjanjikan, dan alasan yang sah.

Dengan demikian, kesepakatan menjadi dasar utama yang harus dijaga dengan cermat dalam setiap transaksi bisnis.

Kesepakatan tidak hanya sekadar pertukaran kata-kata atau tanda tangan, melainkan juga melibatkan pemahaman mendalam dan kesadaran hukum dari semua pihak yang terlibat.

Oleh karena itu, fondasi kesepakatan yang kokoh akan memastikan keabsahan dan keberlanjutan perjanjian bisnis, serta menciptakan dasar yang kuat untuk kepastian hukum dalam konteks transaksi bisnis yang dinamis.

3. Asas Pacta Sunt Servanda: Kepatuhan terhadap Kesepakatan

Pasal 1338 KUH Perdata mengatur bahwa perjanjian yang telah sah dibuat akan berlaku sebagai undang-undang bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Konsep “pacta sunt servanda” yang tercermin dalam pasal ini menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang telah dibuat harus dihormati dan ditaati.

Tindakan pembatalan perjanjian secara sepihak dianggap sebagai pelanggaran hukum yang serius dan tidak dapat dilakukan tanpa adanya persetujuan dari pihak lain yang terlibat dalam perjanjian tersebut.

Prinsip ini diterapkan untuk menciptakan kepastian dan keadilan dalam hubungan bisnis, menjaga agar setiap pihak mematuhi komitmen yang telah mereka buat.

Oleh karena itu, pembatalan perjanjian harus mengikuti proses yang sah dan sesuai dengan hukum yang berlaku, demi menjaga keseimbangan dan integritas dalam setiap transaksi bisnis.

Implikasi Asas-asas Berkontrak dalam Bisnis Sehari-hari

Dalam menjalankan bisnis sehari-hari, pemahaman mendalam terhadap asas-asas berkontrak sangatlah penting.

Kebebasan berkontrak memberikan ruang bagi fleksibilitas dalam bernegosiasi, sementara konsensualisme menekankan bahwa tanpa kesepakatan, perjanjian tidak memiliki dasar yang kuat.

Pacta sunt servanda menciptakan kewajiban hukum untuk mematuhi perjanjian yang sudah dibuat.

Asas berkontrak dalam hukum bisnis merupakan landasan yang kokoh untuk merancang perjanjian yang sah dan berlaku.

Kebebasan berkontrak, konsensualisme, dan pacta sunt servanda bersama-sama membentuk dasar yang solid untuk memastikan hubungan bisnis yang adil dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dengan memahami dan mengimplementasikan asas-asas ini, pelaku bisnis dapat membangun fondasi yang kuat untuk kesuksesan dan keberlanjutan usaha mereka.

Tinggalkan komentar